Setelah Telkomsel yang memberlakukan hard cluster, kini XL melakukan hal yang sama. Ditambah lagi, di beberapa daerah, dealer XL melakukan penarikan semua chip pengisian pulsa (dompul) yang ada di server.
Hal ini yang mengakibatkan kelangkaan stok produk yang dapat menyebabkan naiknya harga beli konsumen. Beberapa konsumen di daerah mengeluh ketika mengisi pulsa di counter harus membayar pulsa 5000 seharga Rp. 7.000,- bahkan ada yang sampai diangka Rp. 8.000,-.
Banyak kalangan yang mengeluhkan kebijakan yang diberlakukan. Dengan dalih agar operator bisa mendistribusikan stoknya secara lebih presisi sesuai dengan kebutuhan cluster masing-masing. Kebutuhan stok di tiap cluster dapat dihitung.
Bahwa hard cluster adalah end user yang melakukan pengisian pulsa baik harus diisi dari chip dimana nomor telepon end user berada atau pengisian pulsa elektrik hanya bisa dilaksanakan dalam cluster sama.
Dan bila diberlakukan, maka server pulsa akan kesulitan melakukan pengisian pulsa. “Penerapan ini akan berakibat pada matinya usaha server pulsa. Dan juga hilangnya kesempatan kerja bagi jutaan tenaga kerja, baik pelaku usahanya, developer software pulsa dan counter pulsa,”
Jika ditingkat konsumen, maka akan kesulitan mendapatkan pulsa. Hal ini disebabkan pengisian pulsa harus sesuai dengan cluster yang ditentukan.
“Bila pemilik nomor termasuk di wilayah cluster A ingin mengisi pulsa dan saat itu dirinya berada di wilayah B maka pengisian pulsa tidak akan bisa dilakukan,”
Incoming search terms:
- tarif xl 2011 (12)
- daftar tarif xl (11)
- logo mkios (7)
- gambar kounter pulsa (4)
- kartu voucher pulsa (3)
- code voucher all operator generator (2)
- konter pulsa2012 (2)
- voucher m3 (2)
- generator pulsa 2012 (2)
- harga pulsa xl (1)









